Subuh. . . .
Pagi itu subuh menyapaku, Membuat aku tersentak dari tidur yang lelap ini.Aku terbangun,
keadaan yang dingin menempel di seluruh tubuhku.Aku menngigil,Menggingil
mendengar suara ombak yang terus bergelombang di lautan sana.Seakan ombak itu sudah
siap menghantap kehidupanku. .
aku duduk, duduk diatas kursi meja belajarku sambil menikmati
air yang panas yang siap menghangatkan tenggorokan dan tubuh ku. Aku membuka
buku, buku yang selalu aku bawa dimana pun aku pergi, mini book kimia. Ya, aku
bercita-cita menjadi guru kimia.Setelah tiga puluh menit aku menikmati bacaan
buku ku itu,Azan subuh pun telah menghampiri , muazin telah berkumandang mengajak umat islam untuk
menjalankan kewajibannya.
Aku bergetar. . . .Mendengar suara yang sangat merdu itu,
tubuhku seakan tak berdaya lagi, air mataku pun hampir menetes, rasanya aku
ingin berbahagia. Subuh itu terasa sangat berbeda bagiku, seakan ada yang
sangat istimewa .Tp, aku tak tau apa
yang berbeda. . . menurutku pada saat subuh itu sama seperti subuh-subuh
sebelumnya.
Ya Allah. . .. . .Mengapa aku sangat menyukai waktu subuhmu,
aku sangat terkesan-kesan dengan suasana subuh yang engkau anugerahkan kepada
kami.Mengapa? Mengapa? Apakah ada yang sangat istimewa pada subuhmu?Entahlah, aku tak tau. . . rasa nya
aku benar-benar menjadi manusia yang seutuhnya pada saat subuh mu. Aku berharap
aku bisa menikmati subuhmu lebih lama
lagi. . .Karena pada saat subuh mu, rasanya hati ku menjadi tentram dan
berbahagia seakan tak ada masalah yang menimpaku.
Oh subuh. . .
Ada apa yang telah terjadi padaku? Mengapa aku sangat menantikan
suasanamu? Adakah yang salah denganku? Mengapa ? kenapa? Apakah kareana aku
merasa bahwa hidup itu di mulai pada saat subuh? Atau karena aku merasa menjadi
manusia yang telah di ampunkan dosa nya? Atau karena waktu subuh itu adalah
tempat paling pas untuk beribadah dan memohon ampunan? Atau karena suasanannya
yang sunyi? Entahlah aku pun tak tau. Yang jelas aku sangat bersyukur kepada
Allah.